Jumat, 08 Mei 2015

Berubah menjadi Dewasa

Sulit bagiku untuk menjadi benar-benar orang yang baik. Ingin aku dewasa. Aku merasa belum dewasa. Aku masih kekanak-kanakan. Sok tahu apa aku tentang cinta? Aku belum pantas untuk mencintai seseorang. Karena aku belum siapa-siapa saat ini. Aku masih belia yang hanya mengutamakan instuisi dan kesenangan semata. Aku belum bisa dewasa. Aku masih harus dibimbing dan diingatkan, belum mampu memimpin diri sendiri.

Umurku sebenarnya sudah dewasa. Sudah 20 tahun. Tapi sikapku masih seperti remaja belasan tahun. Aku ingin berubah. Aku butuh perubahan. Aku mau dewasa. Aku ingin sikapku berubah. Aku ingin aku normal. Dan aku bisa berpikiran dewasa. Tak ingin aku masih terlihat lebay dan tidak tahu jaga image. Aku juga ingin merubah kebiasaanku yang suka ngomong-ngomong sendiri itu. Pasti orang yang mendengarku, beranggapan bahwa aku aneh. Dan itu pastinya itu tidak baik untukku.

Sebenarnya, aku bukan gila. Cuma, itu udah jadi kebiasaan sejak kecil. Sejak SD, aku sudah terbiasa ngomong-ngomong sendiri. Ya, aku juga ga tau kenapa orang berkata, ngomong-ngomong sendiri adalah orang gila. Aku merasa itu sangat salah. Justru, rasa sepiku jadi terasa berkurang kalo aku ngomong sendiri. Aku merasa, ada orang yang mendengarkanku.

Aku ingin terlihat "normal" di mata orang. Walaupun, kalo aku memandang diriku baik-baik saja. Tapi orang beranggapan berbeda. Jadinya, aku mau berubah seperti apa yang mereka bilang. Walaupun, aku juga bingung. Mengapa mereka memandangku seperti itu? Apa itu salah dan aneh? Aku rasa tidak. Apa aneh di mata mereka, itu tidak sama aneh di mataku? Aku pun tidak mengerti.

Kalo memang aku aneh, aku coba berubah. Tapi, yang memang wajar aja. Kalo aku harus berubah menjadi orang lain. Dan itu sangat berbeda samaku, aku terpaksa tidak berubah. Karena gak mudah, sesuatu yang tertanam sejak kecil dihilangkan dan diubah dalam tempo yang secepat itu. Itu tidak mungkin sekali. Aku pengen berubah harus kutunjukkan aku dewasa. Sudah bisa memimpin diri sendiri.

Terlihat mudah memimpin diri sendiri. Sebenarnya itu tidak semudah kedengarannya lho.. Tetapi pemimpin itu dimulai dengan bisa memimpin diri sendiri. Seperti memimpin diri untuk mengatur waktu, membereskan rumah, melipat kain, menggosok, mencuci pakaian, mencuci piring, membersihkan tempat tidur, belajar, makan, dan tidur. Terlihat sederhana.. Tapi orang yang dewasa tahu kapan mereka melakukan kegiatan itu.. Dan waktu mereka efisien.. Tidak seperti anak muda yang tidak tahu dan bingung bagaimana menghabiskan waktu mereka..

Dan aku merasa, aku masih mau seperti remaja dalam mengatur waktuku. Kadang aku belum bisa semaksimal mungkin menggunakan waktuku untuk belajar.  Sering saat aku sudah belajar 15-20 menit, aku sudah merasa bosan. Dan menghidupkan laptopku. Lalu bosan main fb, aku pun kembali belajar. Seharusnya, aku tidak boleh secepat itu bosan. Aku harusnya bertahan lebih lama, seperti satu atau dua jam.

Setidaknya dengan rajin belajar IP ku meningkat. Tapi, masih saja aku masih kekanak-kanakan. Masih butuh bimbingan dan arahan dari orang lain. Belum bisa memimpin diri sendiri. Belum bisa mengatur diri sendiri. Ini jadi bahan refleksi tersendiri dalam hidupku. Aku ingin menggunakan waktuku dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif. Aku ingin menggunakan waktuku dengan efisien. Seperti belajar di rumah. Tidak menunda-nunda PR. Tidak tergoda untuk main internet meskipun sudah sangat bosan belajar.

Aku harus tanamkan satu, aku harus berubah. Demi masa depanku aku harus belajar sungguh-sungguh. Percuma kalo aku diajari oleh orang tua dan guru-guruku, kalo aku masih saja belum bisa berubah jadi orang yang pandai mengatur waktu. Aku harus dan aku pasti bisa. Tuhan, bantu aku ya.. Biar aku bisa berubah.

Mulai sejak sekarang, aku harus berubah sedikit demi sedikit. Pasti aku bisa. Seperti mulai bersikap tenang. Dalam segala hal apa pun, bersikap tenang. Tidak langsung panik dan kucar-kacir. Memikirkan dengan pikiran jernih dan jiwa yang menimbangkannya dengan baik. Aku harus berubah. Kecil-kecil saja dulu. Seperti tenang bersikap. Diam di kampus. Bergaya selayaknya anak kampus. Memakai baju yang rapi dan bagus. Bersih, wangi, dan feminim. Suara yang tidak keras. Tidak menonjolkan diri. Dan bersikap biasa, tidak berlebihan. Aku yakin, dengan perlahan-lahan aku pasti bisa dewasa. Sedikit tapi dilakukan terus menerus, maka hasilnya akan bagus. Daripada langsung berubah total tapi tidak bertahan lama dan kembali ke kebiasaan buruk, sama saja tidak ada gunanya.

Aku jadi optimis aku mampu aku bisa jadi orang dewasa. Tidak usah pedulikan hinaan orang. Kalo ada orang yang menhina, tenang aja. Diam, tidak usah melawan. Jadikan hinaan mereka, sebagai bahan koreksi diri (intropeksi diri). Jika iya, mungkin memang ada yang salah dalam diri kita. Tapi kalau tidak, ya sudah. Lupakan saja hinaannya. Dan kalau dia melakukan itu, cueki saja. Tidak usah tanggapi dengan membalasnya. Karena kalau membalasnya, kita berarti sama buruknya dengan dia.

Jadi bersikaplah sewajarnya. Bijaklah dalam mengampil keputusan. Jangan gegabah dan ceroboh. Dan tau menempatkan diri. Tidak aneh dan kuno di mata orang yang sedikit picing terhadap kita. Karena setiap tindakan kita dinilai oleh orang lain. Walaupun kita tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Tapi minimal beberapa orang di hidup kita, senang terhadap kita. Makin banyak orang yang nyaman dengan kita. Itu berarti diri kita sangat berpengaruh positif terhadap dia.

Jadilah orang yang membawa pengaruh positif bagi orang lain.Dan kritikan itu jangan diabaikan, atau disangkal dengan cepat. Tapi harus dipertimbangkan. Dan selanjutnya, keputusan harus diambil dengan benar. Teman hanya ada saat tertentu. Teman utama kita dalam menjalani hidup ini adalah diri kita sendiri. Hidup kita tergantung bagaimana kita berpikir, bersikap, dan bertindak.

Okey, terimakasih sudah membaca tulisanku. Semoga kita jadi orang yang lebih baik dan dewasa, serta bijak dalam menjalani hidup ini ke depannya. Salam.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar