Kamis, 21 Mei 2015

Sendiri Jauh Lebih Baik

 (Wenny Tresna _ 22 Mei 2015)


Saya sudah merasa semakin optimis menjalani hidup saya. Saya semakin merasa semangat. Saya akan menjadi orang lebih baik ke depannya. Dan saya sangat mencintai kehidupan saya. Saya senang karena selama mamak tidak ada di rumah. Saya menjadi lebih mandiri dan terlatih mengerjakan pekerjaan rumah. Saya yakin ke depannya saya bisa sukses. Kalau setiap harinya saya bisa melaksanakan kegiatan menyenangkan ini setiap hari. Saya merasa bersyukur, Tuhan mengetuk hati saya. Untuk rajin dan mau terlibat mengerjakan pekerjaan rumah. Pekerjaan yang amat sering saya tidak kerjakan. Pekerjaan yang jarang saya kerjakan. Tetapi karena mamak tidak ada di rumah. Tetapi karena mamak ke tempat opung karena opung sakit. Saya terpanggil untuk mau dan serius mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal kalau ada mamak di rumah, saya jujur saja malas mengerjakan pekerjaan rumah. Mungkin saya berpikir, untuk apa begitu. Dan mungkin kondisinya ada mamak, sehingga saya lebih malas. Tapi situasi yang mengajari saya untuk lebih mandiri. Untuk lebih bisa terlibat dalam pekerjaan yang sering saya pandang sebelah mata. Pikiran saya pun jadi sedikit terkontrol semenjak saya mempunyai kesibukan baru ini. Yang dulunya saya sangat suka bicara sendiri. Sekarang mengalami penurunan intensitas drastic. Saya jadinya sudah jarang berbicara sendiri. Saya senangnya jadinya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Intensitas main internet pun jadi berkurang. Ternyata untuk menjadi normal, adalah dengan banyak mengerjakan aktivitas.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar