(Wenny Tresna _ 22 Mei 2015)
Saya sudah merasa semakin optimis menjalani hidup saya. Saya semakin
merasa semangat. Saya akan menjadi orang lebih baik ke depannya. Dan
saya sangat mencintai kehidupan saya. Saya senang karena selama mamak
tidak ada di rumah. Saya menjadi lebih mandiri dan terlatih mengerjakan
pekerjaan rumah. Saya yakin ke depannya saya bisa sukses. Kalau setiap
harinya saya bisa melaksanakan kegiatan menyenangkan ini setiap hari.
Saya merasa bersyukur, Tuhan mengetuk hati saya. Untuk rajin dan mau
terlibat mengerjakan pekerjaan rumah. Pekerjaan yang amat sering saya
tidak kerjakan. Pekerjaan yang jarang saya kerjakan. Tetapi karena mamak
tidak ada di rumah. Tetapi karena mamak ke tempat opung karena opung
sakit. Saya terpanggil untuk mau dan serius mengerjakan pekerjaan rumah.
Padahal kalau ada mamak di rumah, saya jujur saja malas mengerjakan
pekerjaan rumah. Mungkin saya berpikir, untuk apa begitu. Dan mungkin
kondisinya ada mamak, sehingga saya lebih malas. Tapi situasi yang
mengajari saya untuk lebih mandiri. Untuk lebih bisa terlibat dalam
pekerjaan yang sering saya pandang sebelah mata. Pikiran saya pun jadi
sedikit terkontrol semenjak saya mempunyai kesibukan baru ini. Yang
dulunya saya sangat suka bicara sendiri. Sekarang mengalami penurunan
intensitas drastic. Saya jadinya sudah jarang berbicara sendiri. Saya
senangnya jadinya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Intensitas
main internet pun jadi berkurang. Ternyata untuk menjadi normal, adalah
dengan banyak mengerjakan aktivitas.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar